Wingko Babat Recipe | V for Veggy.Sejarah Wingko Babat

Looking for:

Download lagu wingko babat

Click here to Download

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Need an account? Click here to sign up. Download Free PDF. Annisa Fitri. Related Papers. Pengumuman PKM Pendahuluan 1. Latar Belakang Pangan fungsional adalah bahan pangan yang mengandung komponen bioaktif yang memberikan efek fisiologis multifungsi bagi tubuh, antara lain memperkuat daya tahan tubuh, mengatur ritmik kondisi fisik, memperlambat penuaan, dan membantu mencegah penyakit. Walaupun nilai kecukupan yang dianjurkan untuk orang dewasa Indonesia cukup tinggi, tetapi hasil survei menunjukkan bahwa asupan rata-rata serat makanan orang dewasa di Indonesia hanya 10,5 g per hari Dit.

Gizi Masyarakat Oleh karena itu, kandungan serat dalam wingko babat yang merupakan salah satu makanan tradisional semi basah berbahan dasar tepung beras ketan, kelapa, gula pasir, dan garam bisa menjadi solusi alternatif untuk memenuhi kebutuhan asupan serat makanan yang dianjurkan untuk orang Indonesia.

Rumusan Masalah a. Apa saja komposisi senyawa yang terkandung dalam wingko babat? Bagaimana keterkaitan senyawa-senyawa gizi yang terkandung dalam wingko babat dengan konsep pangan fungsional? Seperti apa langkah inovasi yang bisa dilakukan guna melengkapi kandungan gizi wingko babat sebagai pangan fungsional? Tujuan Mengetahui komponen-komponen bioaktif yang memberikan efek fisiologis multifungsi bagi tubuh yang terkandung dalam wingko babat berikut keterkaitannya dengan konsep pangan fungsional.

Pembahasan 1. Ini diawali pada tahun , pada tahun itu terjadi kerusuhan Desa Babat, Kabupaten Lamongan yang berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro. Karena terjadi kerusuhan salah satu keluarga dari desa Babat yang mengerti resep kue wingko babat pergi mengungsi ke Semarang dan menjual makanan wingko. Komposisi Kimia a. Kadar Serat Kadar serat yang terdapat pada produk wingko babat berasal dari komposisi bahan penyusun wingko babat, yaitu kelapa parut dan tepung beras ketan. Kadar Lemak Kadar lemak yang terdapat pada wingko babat berasal dari margarin dan kelapa parut yang digunakan pada formula adonan.

Selama proses pengolahan, yaitu pada proses pengukusan dan pemanggangan, lemak di dalam bahan pangan dapat mengalami kerusakan baik hidrolisis maupun oksidasi. Hidrolisis lemak menjadi asam lemak bebas dan gliserol dapat terjadi karena asam, basa, uap air, panas, dan enzim lipolitik seperti lipase, sedangkan oksidasi asam lemak bebas terutama yang tidak jenuh menjadi peroksida, hidroperoksida, asam lemak berantai pendek, aldehid, keton dan senyawa lainnya, dapat terjadi karena oksigen, logam, cahaya dan enzim lipoksidase yang dipacu oleh panas Ketaren, Pada wingko babat dengan perlakuan adonan langsung dipanggang, kerusakan lemak hanya terjadi pada saat pemanggangan Pertiwi, dkk, Selama proses pemanggangan adonan, sebagian gula dapat mengalami reaksi pencoklatan baik karamelisasi maupun Maillard.

Pada pemanasan yang tinggi gula dapat meleleh dan membentuk karamel berwarna coklat ketika air telah menguap dan gula dapat bereaksi dengan asam amino membentuk melanoidin berwarna coklat melalui reaksi Maillard Whistler and Daniel, Pada pengukusan kelapa, memungkinkan terjadi reaksi gelasi protein dan reaksi Maillard yang menyebabkan kelapa menjadi kering dan berwarna kecoklatan, dan adonan yang terbentuk lebih kental. Selanjutnya pada proses pemanggangan adonan, proses karamelisasi dan reaksi Maillard dari gula terjadi lebih cepat, sehingga kadar gula produk akhir wingko babat lebih rendah dibandingkan yang adonannya dipanggang langsung maupun yang dikukus lebih dulu Pertiwi, dkk, Cara Pembuatan a.

Rebus santan, gula pasir, garam dan daun pandan sampai mendidih. Pastikan sampai mendidih dan tekstur agak mengental. Di tempat terpisah, campur tepung ketan, tepung kanji, kelapa parut, margarin dan vanili kemudian aduk rata. Setelah rata, tambahkan rebusan santan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk-aduk sampai kalis dan berminyak.

Siapkan loyang yang telah dialasi dengan kertas minyak atau daun pisang. Setelah loyang siap, tuang adonan wingko tadi di atas loyang, lalu ratakan. Panggan dengan oven dengan suhu derajat celcius selama 20 menit, setelah 20 menit keluarkan kue dari oven, olesi permukaan kue wingko babat dengan bahan olesan.

Setelah diolesi, panggang lagi selama 25 menit atau sampai kue wingko babat benar-benar matang dan berwarna kuning kecokelatan. Setelah matang, angkat kue tersebut kemudian dinginkan. Setelah kue wingko babat dingin, potong-potonglah kue menjadi beberapa bagian, kemudian bungkus dengan kertas minyak atau plastik. Dokumentasi 7. Setelah adonan mudah dibentuk, bulatkan adonan wingko babat.

Kemudian, tekan adonan hingga berbentuk bulat pipih. Ulangi sampai adonan habis. Berikutnya, panaskan minyak sedikit saja. Panggang adonan wingko di atas teflon antilengket dengan api kecil.

Panggang sampai kedua sisinya matang kecokelatan. Kalau sudah matang kecokelatan, wingko babat siap disajikan. Kamu bisa berkreasi dengan wingko babat buatanmu. Bisa tambahkan topping wijen atau keju di atasnya. Itu dia resep wingko babat teflon antigagal yang bisa kamu praktikkan di rumah. Teksturnya benar-benar lembut dan chewy. Semoga berhasil! Bisa dijadikan suguhan saat acara spesial.

Share to Facebook Share to Twitter. Bahan-bahan yang dibutuhkan ilustrasi kelapa parut bangkokpost. Campur bahan-bahan wingko babat ilustrasi mencampur bahan wandercooks. Most of the time, I use frozen freshly shredded coconut that comes in 1 lb package in Asian groceries.

Once thawed, washed, and rinsed, I usually end up with about gram shredded coconut. I have not tried making this with desiccated coconut, so I have no idea how much you will need for that. For best results, either buy a fresh coconut and shred the meat yourself or buy frozen freshly shredded coconut. I usually get the one from the Erawan brand.

For maximum coconut flavor, it is a good idea to stick with coconut oil. Alternatively, you can use unsalted butter, vegetable oil, or canola oil. Traditionally, wingko babat is cooked on a stovetop using a specialized pancake-shaped pan. This recipe is my original creation and I have made sure that it will bake beautifully in an oven. Here is the step-by-step:. Courses: Desserts.

Cuisine: Indonesian. Ingredients: Fruits. Diets: Gluten Free. Print Recipe. I love Haven’t had wingko babat for ages!!! You made it all so perfect!!!

 
 

 

Download lagu wingko babat.Sejarah Wingko Babat, si Kue Kelapa dengan Rasa Khas Gurih-Manis yang Jadi ‘Rebutan’ Dua Kota

 

Search the history of over billion web pages on the Internet. Capture a web page as it appears now for use as a trusted citation in the future. Uploaded by Fibiona on November 24, Search icon An illustration of a magnifying glass. User icon An illustration of a person’s head and chest. Sign up Log in. Web icon An illustration of a computer application window Wayback Machine Texts icon An illustration of an open book. Books Video icon An illustration of two cells of a film strip.

Video Audio icon An illustration of an audio speaker. Audio Software icon An illustration of a 3. Software Images icon An illustration of two photographs. Images Donate icon An illustration of a heart shape Donate Ellipses icon An illustration of text ellipses.

Metropolitan Museum Cleveland Museum of Art. Internet Arcade Console Living Room. Books to Borrow Open Library. Search the Wayback Machine Search icon An illustration of a magnifying glass.

Sign up for free Log in. Wingko Babat Lamongan Item Preview. EMBED for wordpress. Want more? Advanced embedding details, examples, and help! Topics Lamongan , wingko babat , makanan tradisional Collection opensource. There are no reviews yet. Be the first one to write a review. Community Collections.

 
 

How do I bake a wingko babat?.Download lagu wingko babat

 
 

By using our site, you agree to our collection of information through the use of cookies. To learn more, view our Privacy Policy. To browse Academia. Pangan fungsional adalah bahan pangan yang mengandung komponen bioaktif yang memberikan efek fisiologis multifungsi bagi tubuh, antara lain memperkuat daya tahan tubuh, mengatur ritmik kondisi fisik, memperlambat penuaan, dan membantu mencegah penyakit.

Komponen bioaktif tersebut adalah senyawa yang mempunyai fungsi fisiologis tertentu di luar zat gizi dasar. Serat termasuk zat non-gizi yang ampuh memerangi kanker serta menjaga kolesterol dan gula darah agar tetap normal.

Nilai kecukupan asupan serat makanan yang dianjurkan untuk orang Indonesia dewasa adalah g per hari. Walaupun nilai kecukupan yang dianjurkan untuk orang dewasa Indonesia cukup tinggi, tetapi hasil survei menunjukkan bahwa asupan rata-rata serat Margiyono Rizki. Fachrur Lubis. Hanif mushoffa. Kamila H. Anna maratus. Riki Agusetiawan. Rachmat Priwandha. Shofi Mar’atul Husna. Pati garut merupakan salah satu komoditi pangan yang sekarang sedang banyak dikembangkan.

Salah satu bentuk pemanfaatan garut yang paling praktis yaitu diolah menjadi tepung garut atau pati garut, karena dalam bentuk tepung atau pati akan dapat mempermudah dalam proses pengolahan selanjutnya dan juga penyimpanannya.

Keunggulan garut adalah daya cerna serta kandungan zat besinya tinggi Sari, 3. Kendala yang dihadapi industri kecil atau rumahan pembuat kue semprong adalah harga beras ketan yang semakin mahal, sedangkan biji sorgum ketan Sorgum bicolor Moench dengan sifat fungsional yang mirip beras ketan dan harganya relatif murah belum banyak dimanfaatkan.

Sorgum memiliki nilai gizi tinggi, kandungan protein yang lebih tinggi daripada beras ketan dan tidak mengandung gluten sehingga cocok bila dikonsumsi oleh penderita alergi gluten. Namun, sorgum memiliki kandungan tanin yang tinggi di permukaan bijinya. Oksidasi tanin dapat menyebabkan kenampakan kurang menarik dan menimbulkan rasa pahit.

Selain itu, tanin dapat membentuk senyawa kompleks dengan protein dan mineral yang menyebabkan protein dan mineral tidak bisa dicerna. Oleh karena itu, untuk menghilangkan kandungan tanin ini perlu dilakukan penyosohan ketika akan ditepungkan. Oleh karena tepung sorgum memiliki potensi yang sangat besar sebagai penggantian tepung beras ketan dalam pembuatan kue semprong, maka pemberian teknologi pada pemanfaatan sorgum dengan mengolahnya menjadi substitusi kue semprong diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan sorgum pada pembuatan kue semprong sehingga kue semprong dapat memiliki gizi yang lebih tinggi dari kue semprong biasa dan harga jualnya dapat lebih rendah.

Iva Fandria. Liea Paramitha. Zhafira Annisa. Ramadhan Pakaya. Widi Prayoga. Lestami Indah Mahardhika. Adi Nugroho. Monica Simalango. Yonathan Bambang P. Aguz Setyawan. Arif Ariawan. Ghinna Monica Aliyyah. Nur Falah. Ajeng Triani. Fahrur Fahrur.

Alisa Utami Syukur. Jomblo Squad. Annisa Wulansari. Divya Paradipta. Nigo Frans. Silvy Amaliyah. Nurul Fadilah. Nita Anggraeni. Puskesmas Sukawarna. Umrahwati Usman. Ratu Rahmatunnisa. Perwira Rimba. Log in with Facebook Log in with Google. Remember me on this computer. Enter the email address you signed up with and we’ll email you a reset link. Need an account? Click here to sign up. Download Free PDF. Annisa Fitri. Related Papers. Pengumuman PKM Pendahuluan 1.

Latar Belakang Pangan fungsional adalah bahan pangan yang mengandung komponen bioaktif yang memberikan efek fisiologis multifungsi bagi tubuh, antara lain memperkuat daya tahan tubuh, mengatur ritmik kondisi fisik, memperlambat penuaan, dan membantu mencegah penyakit. Walaupun nilai kecukupan yang dianjurkan untuk orang dewasa Indonesia cukup tinggi, tetapi hasil survei menunjukkan bahwa asupan rata-rata serat makanan orang dewasa di Indonesia hanya 10,5 g per hari Dit.

Gizi Masyarakat Oleh karena itu, kandungan serat dalam wingko babat yang merupakan salah satu makanan tradisional semi basah berbahan dasar tepung beras ketan, kelapa, gula pasir, dan garam bisa menjadi solusi alternatif untuk memenuhi kebutuhan asupan serat makanan yang dianjurkan untuk orang Indonesia.

Rumusan Masalah a. Apa saja komposisi senyawa yang terkandung dalam wingko babat? Bagaimana keterkaitan senyawa-senyawa gizi yang terkandung dalam wingko babat dengan konsep pangan fungsional? Seperti apa langkah inovasi yang bisa dilakukan guna melengkapi kandungan gizi wingko babat sebagai pangan fungsional?

Tujuan Mengetahui komponen-komponen bioaktif yang memberikan efek fisiologis multifungsi bagi tubuh yang terkandung dalam wingko babat berikut keterkaitannya dengan konsep pangan fungsional. Pembahasan 1.

Ini diawali pada tahun , pada tahun itu terjadi kerusuhan Desa Babat, Kabupaten Lamongan yang berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro. Karena terjadi kerusuhan salah satu keluarga dari desa Babat yang mengerti resep kue wingko babat pergi mengungsi ke Semarang dan menjual makanan wingko. Komposisi Kimia a. Kadar Serat Kadar serat yang terdapat pada produk wingko babat berasal dari komposisi bahan penyusun wingko babat, yaitu kelapa parut dan tepung beras ketan. Kadar Lemak Kadar lemak yang terdapat pada wingko babat berasal dari margarin dan kelapa parut yang digunakan pada formula adonan.

Selama proses pengolahan, yaitu pada proses pengukusan dan pemanggangan, lemak di dalam bahan pangan dapat mengalami kerusakan baik hidrolisis maupun oksidasi.

Hidrolisis lemak menjadi asam lemak bebas dan gliserol dapat terjadi karena asam, basa, uap air, panas, dan enzim lipolitik seperti lipase, sedangkan oksidasi asam lemak bebas terutama yang tidak jenuh menjadi peroksida, hidroperoksida, asam lemak berantai pendek, aldehid, keton dan senyawa lainnya, dapat terjadi karena oksigen, logam, cahaya dan enzim lipoksidase yang dipacu oleh panas Ketaren, Pada wingko babat dengan perlakuan adonan langsung dipanggang, kerusakan lemak hanya terjadi pada saat pemanggangan Pertiwi, dkk, Selama proses pemanggangan adonan, sebagian gula dapat mengalami reaksi pencoklatan baik karamelisasi maupun Maillard.

Pada pemanasan yang tinggi gula dapat meleleh dan membentuk karamel berwarna coklat ketika air telah menguap dan gula dapat bereaksi dengan asam amino membentuk melanoidin berwarna coklat melalui reaksi Maillard Whistler and Daniel, Pada pengukusan kelapa, memungkinkan terjadi reaksi gelasi protein dan reaksi Maillard yang menyebabkan kelapa menjadi kering dan berwarna kecoklatan, dan adonan yang terbentuk lebih kental. Selanjutnya pada proses pemanggangan adonan, proses karamelisasi dan reaksi Maillard dari gula terjadi lebih cepat, sehingga kadar gula produk akhir wingko babat lebih rendah dibandingkan yang adonannya dipanggang langsung maupun yang dikukus lebih dulu Pertiwi, dkk, Cara Pembuatan a.

Rebus santan, gula pasir, garam dan daun pandan sampai mendidih. Pastikan sampai mendidih dan tekstur agak mengental. Di tempat terpisah, campur tepung ketan, tepung kanji, kelapa parut, margarin dan vanili kemudian aduk rata. Setelah rata, tambahkan rebusan santan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk-aduk sampai kalis dan berminyak. Siapkan loyang yang telah dialasi dengan kertas minyak atau daun pisang.

Setelah loyang siap, tuang adonan wingko tadi di atas loyang, lalu ratakan. Panggan dengan oven dengan suhu derajat celcius selama 20 menit, setelah 20 menit keluarkan kue dari oven, olesi permukaan kue wingko babat dengan bahan olesan. Setelah diolesi, panggang lagi selama 25 menit atau sampai kue wingko babat benar-benar matang dan berwarna kuning kecokelatan.

Setelah matang, angkat kue tersebut kemudian dinginkan. Setelah kue wingko babat dingin, potong-potonglah kue menjadi beberapa bagian, kemudian bungkus dengan kertas minyak atau plastik. Dokumentasi 7. Wingko babat juga memiliki kandungan gizi yang relatif tinggi yang berasal dari bahan-bahan pembuatnya seperti tepung ketan dan buah kelapa sehingga memenuhi syarat sebagai pangan fungsional. Selain itu dalam pembuatan wingko sangat memungkinkan untuk melakukan inovasi dengan substitusi berbagai bahan makanan lain untuk membuat wingko dengan berbagai varian rasa yang unik yang pada akhirnya dapat mengangkat wingko babat sebagai kue tradisional hingga dapat bersaing dengan kue-kue modern yang mulai banyak bermunculan saat ini.

Fact-Checking: Our Process

The Mattressguides editorial team is dedicated to providing content that meets the highest standards for accuracy and objectivity. Our editors and medical experts rigorously evaluate every article and guide to ensure the information is factual, up-to-date, and free of bias.

The Mattressguides fact-checking guidelines are as follows: